Raelian Revolution
Menyambut Kedatangan Sang Pencipta Manusia
Mengkloning Manusia? Emang Bisa? - Sebuah kelompok yang meyakini bahwa manusia adalah hasil kloning dari makhluk asing angkasa luar, akan segera menerapkan teknologi kloning tersebut terhadap manusia pada bulan ini juga. Sebagai awal proyek rekayasa bio-genetika kloning kelompok itu akan berusaha ‘menciptakan kembali’ anak gadis seorang pasangan asal AS, yang sebelumnya meninggal akibat kecelakaan medis dalam usia 10 bulan.
| Claude Vorilhon |
Kelompok tersebut menamakan diri sebagai Rael atau “Raelian Revolution”, berasal dari nama panggilan pendirinya, Claude Vorilhon, seorang mantan wartawan dan pembalap mobil asal Perancis. Rael mengklaim telah memiliki pengurus cabang di 85 negara dengan total anggota saat ini mencapai sekitar 50.000 orang. Sebelum bernama Rael, kelompok ini pernah menamakan dirinya sebagai kelompok Madech.
Rael merupakan kelompok yang percaya bahwa kloning merupakan kunci mencapai kehidupan abadi. Dan manusia sendiri merupakan hasil kloning dari makhluk asing angkasa luar. Untuk itu, Rael telah mendirikan sebuah perusahaan di Bahama dengan nama Clonaid, yang akan memproduksi anak secara kloning, khususnya bagi Raelian Revolution Menyambut Kedatangan Sang Pencipta Manusia pasangan-pasangan homoseksual. Sementara laboratoriumnya berada disebuah negara dunia ketiga yang tidak melarang adanya praktek kloning terhadap manusia.
Clonaid ini didaftarkan di kepulauan Bahama diduga karena tidak ada keharusan menunjukkan keuangan mereka. Padahal sekte kepercayaan yang bernama Raelian itu mengaku mempunyai 50 ribu anggota di 85 negara. Tentunya dana organisasi tersebut cukup besar untuk bisa membiayai proyek seperti kloning ini. Inisiatif kloning ini dipimpin oleh Brigitte Boisselier, 44, seorang ahli biokimia kelahiran Perancis dan saatini menjabat sebagai direktur ilmiah Raelian dan tinggal di New York.
Rael mengklaim diri sebagai organisasi nir-laba dan kelompok terbesar yang berkait dengan kepercayaan terhadap Obyek Terbang Asing (UFO). Pendirinya, Vorilhon, mengaku telah bertemu dengan makhluk asing dari luar angkasa pada 1973 lalu. Vorilhon dulunya adalah seorang pembalap dan pada umur 27 tahun mendirikan sebuah majalah motor sport yang cukup terkenal di Perancis. Kejadian yang mengubah hidupnya adalah pada tanggal 13 Desember 1973. Di sebuah gunung berapi yang berlokasi dekat Clermont-Ferrand, Perancis, ia melihat sebuah UFO yang berdiameter 7 meter. Tampak terbuat seperti dari metal perak yang bersinar terang dan bergerak tanpa suara. Saat itulah Vorilhon bertemu dengan alien dari dunia lain yang menamakan diri sebagai elohim.
Vorilhon atau sang pendiri Rael saat ini tinggal di Kanada sambil terus mengajarkan kepada pengikutnya bahwa kehidupan di Bumi diciptakan sekitar 25.000 tahun lalu berdasarkan DNA para makhluk asing. Lepas dari masalah kloning ini, salah satu rencana utama Raelian adalah mendirikan sebuah kedutaan untuk menyambut mahluk-mahluk angkasa luar yang mengunjungi bumi.
Jika Anda ingin tahu lebih lanjuttentang kelompok ini, bisa lihat di situs internet mereka; http://www.rael.org dan menurut informasi, nampaknya kelompok ini sudah masukke Indonesia dan telah menterjemahkan berbagai buku mereka ke dalam bahasa Indonesia.
Yang menjadi pertanyaan, jika alien yang mengaku sebagai Elohim itu ingin menjalin hubungan dengan manusia serta mendirikan sebuah kedutaan di bumi ini, mengapa membutuhkan waktu yang sangat lama? Apakah manusia sebagai makhluk buatan mereka telah ditelantarkan selama ini dan dibiarkan saling berperang? Bagaimana tanggung jawab mereka sebagai “pencipta”? Jika mereka sama seperti kita, dibuat berdasarkan DNA mereka, tentunya sifat-sifat mereka juga tidak jauh berbeda dengan manusia. Apakah mereka juga suka berperang dan berkuasa? Lalu, jika mereka memang pencipta kita, mengapa memerlukan mendirikan kedutaan di bumi ini?
