KASUS UFO DI INDONESIA MULAI DARI KASUS CE-1 SAMPAI DICULIK ALIEN

Catatan:
  • CE-1 =  Close  Encounters  Tahap  Pertama  =  Melihat  UFO  dari  jarak  yang    jauh.
  • CE-2 =  Melihat  UFO  sedang  terbang  dalam  jarak  dekat sehingga  cukup  jelas  untuk  melihat  bentuknya.
  • CE-3 =  Berjumpa  dengan  makhluk  UFO.
  • CE-4 =  Diculik  alien. 
Kasus UFO di Indonesia Mulai dari Kasus CE-1 Sampai Diculik Alien - Banyak kasus tentang penampakan UFO  di  Indonesia.  Buku “UFO Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini” karangan Marsekal Muda   TNI   (Purn)   J. Salatun  yang  memuat laporan  berbagai  pemunculan  UFO  di  Indonesia, antara  lain  di  Surabaya selama  seminggu  mulai tanggal 18 sampai 24 September  1964,  bertepatan dengan peristiwa Dwikora. Nampak dengan mata telanjang  maupun  lewat radar  dan  muncul  didaerah segitiga: Surabaya, Malang dan Bangkalan. UFO-UFO itu bahkan  sempat  ditembaki  dengan meriam  artileri  pertahanan  udara, namun   tidak   ada   yang   jatuh. Dikabarkan  salah  satu  dari  UFO  itu juga  pernah  mendarat  di  sebelah selatan Surabaya.

Tercatat   lebih   dari   50   kasus penampakan  UFO  yang  dilaporkan sejak tahun 1952. Sehubungan dengan tidak  adanya  lembaga  resmi  yang melakukan  pendataan  dan  penelitian mengenai  UFO  di  Indonesia,  maka banyak  saksi  yang  tidak  tahu  harus melapor ke mana.

Berikut  adalah  beberapa  laporan tentang kasus-kasus penampakan UFO di Indonesia.

Sekitar  tahun  1946  di  pantai Kenjeran,  Surabaya.  Seorang  anak perempuan dari keluarga nelayan telah memergoki 2 sosok yang dikira orang Jepang. Waktu itu mereka lari terbirit-birit ke sebuah wahana yang berbentuk bulat  yang  terbuat  dari  logam  yang diparkir  di  pantai.  Dan  rupa-rupanya begitu  kepergok,  anak  itu  ketakutan dan  lari  berbalik  arah  lalu  pergi sehingga  tidak  tahu  kelanjutan makhluk-makhluk tadi.

Selain   itu,   menurut   Kolonel Penerbang (Purn) Daniel Boroh pada tahun 1952 di Sulawesi Utara, seorang anak  yang  sedang  bermain-main  disawah,  tiba-tiba  dikejutkan  oleh sebuah  UFO  berbentuk  cakram  yang mendekatinya  lalu  melesat  keatas dengan suara mendesis. Menurut anak itu   yang   wajahnya   pucat   pasi ketakutan,  dia  melihat  raut  wajah seseorang  yang  memandanginya melalui  sebuah  jendela  bulat  yang dikelilingi oleh paku-paku keling.

Bukan cuma itu saja. Awal bulan Juli 1959  masyarakat  kepulauan  Alor digemparkan    oleh    munculnya sekawanan  makhluk  UFO  yang menurut  masyarakat  sekitar  disebut sebagai   manusia   ajaib,   mereka mempunyai  tinggi  rata-rata 1,80 meter, berkulit merah, berambut  perak  berombak, berseragam biru tua dengan lengan  panjang,  bersepatu hitam  dan  berikat pinggang dimana  terselip  tongkat berbentuk   tabung   dari logam,  serta  berjenggot warna  perak  atau  pirang. Bagian belakang kepalanya lancip ke atas entah karena sisiran rambutnya atau entah karena leher bajunya seperti model  Kaisar  Ming  dari cerita    Flash    Gordon. Masyarakat       setempat menyebutnya manusia ajaib, karena  sewaktu  makhluk tersebut  dikepung  oleh penduduk perkampungan dan diserang dengan  panah,  mereka  kebal  bahkan bisa  meloloskan  diri  dengan  mudah. Seorang  anak  kecil  yang  berusia  6 tahun,  bahkan  diculik  oleh  makhluk tersebut  selama  24  jam  kemudian dikembalikan di tengah ladang dalam keadaan bingung. Setelah sadar, anak tersebut  baru  bercerita,  bahwa  dia dibawa ketengah hutan dan mengalami berbagai pemeriksaan medis. Dengan segera kesatuan polisi yang dipimpin oleh  Komandan  Polisi  Alwi  Alnadad bergerak. Mereka berusaha menyergap makhluk  misterius  itu  dimana  anak kecil tadi diculik, yaitu di sebelah timur Kalabahi.  Dan  anehnya  sewaktu ditembak  oleh  sekawanan  polisi, mereka  tidak  berhasil  menemukan setetes  darah  pun.  Setelah  itu  di Kepulauan  Alor  banyak  penduduk yang sering melihat munculnya benda terbang  berbentuk  telur,  berwarna putih  gemerlapan,  terbang  dengan kecepatan  tinggi  di  atas  permukaan laut dari arah barat ke timur.

Tahun 1969 di bulan Juni, kira-kira jam 6  sore  lebih  sedikit,  ibu  dari  Desi Rosanto  Budi  yang  waktu  itu  tinggal di  Bumi  Beringin  Manado  beserta anak-anaknya  sedang  duduk  di  teras depan sambil memandang ke arah laut seperti  kebiasaannya  semenjak  hamil anak  pertama,  kebetulan  waktu  itu sedang  mengandung  anak  yang  keempat. Memang pemandangan ke laut lepas  tanpa  terhalang  tampak  tenang dari kediaman keluarga itu. Tiba-tiba dari  arah  laut  muncul  sebuah  benda yang bulat bercahaya kuning kemerah-merahan disertai sinar-sinar lain yang berwarna  kuning  kebiru-biruan  dan agak  kehijau-hijauan  pula.  Dengan suara keras, ibu Desi Rosanto berteriak memanggil   anak-anaknya   serta saudaranya,  sehingga  peristiwa  itu disaksikan  oleh  5  orang.  Dengan tenang,  benda  yang  berbentuk  bulat besar  itu  terbang  lurus  menghampiri dan  melewati  mereka  seperti  hanya beberapa  meter  saja  di  atas  pohon mangga dekat rumah. Benda itu terus terbang  lurus  ke  arah  gunung  berapi Lokon atau Soputan yang pada waktu itu sedang aktif. Dan akhirnya hilang dari  pandangan  mata.  Laporan  ini dikirimkan ke majalah Hai.


Sampai  saat  ini  masih  terukir  disejarah bahwa foto UFO pertama kali muncul di Indonesia dibuat oleh wisatawan Jepang yang bernama Ryo  Terumoto,  yang  pada  waktu tanggal 17 Agustus 1973 sekitar pukul 14.00 siang, dan foto itu diambil dari dalam  sebuah  mobil.  Gambar  UFO tersebut  muncul  ketika  foto  tersebut dicetak,   tampak   adanya   benda berbentuk  cakram  dengan  latar belakang Gunung Agung di Pulau Bali. Sewaktu dijepret benda tersebut tidak kelihatan.  Lalu  foto  dimuat  dalam majalah  “Hito-to-Nippon”  di  Jepang terbitan  bulan  Maret  1974  dengan judul  ,”Piring  Terbang  di  Atas  Pulau Bali?”

Peristiwa yang cukup menegangkan dialami  seorang  sarjana  yang  tidak mau  disebut  namanya,  yang  berasal dari  Kabupaten  Manggarai  Pulau Flores  Barat,    pada  tahun  1974 kebetulan melakukan perjalanan pada malam  hari  dengan  mengendarai sebuah  jeep  dari  daerah  pedalaman yang  bergunung-gunung  menuju  kepantai.  Tiba-tiba  muncullah  sebuah mattambre yang kemudian mengikuti mereka,  yang  menurut  masyarakat sekitar disegani,  karena kehadirannya disangkutkan   dengan   kematian seseorang. Mattambre tersebut terdiri dari  suatu  cahaya  berbentuk  bulat dengan garis tengah sekitar 1 m yang berwarna  merah  kebiru-biruan.    Dan melayang-layang kurang lebih setinggi 1,5 m dari permukaan tanah dan hanya disaksikan  pada  malam  hari  saja. Kemudian  mattambre  mendekati jeepnya  dan  dengan  mendadak  baik mesin   maupun   lampunya   mati. Walaupun  mereka  telah  berusaha sekuat  tenaga  untuk  menjalankan mesinnya,  tapi  sia-sia  saja.  Akhirnya mereka berusaha mendorong jeepnya dengan hati-hati turun gunung hingga ke pantai kurang lebih 10 km. Sewaktu matahari     mulai     menyingsing, mattambre  itu  hilang,  bertepatan dengan  itu  jeep  yamg  mogok  tadi berfungsi kembali dengan normal. Jadi apakah  sebenarnya  mattambre  itu? Sejenis UFO-kah? Seorang teman dari sarjana  tersebut  juga  memastikan bahwa  yang  telah  dilihat  itu  adalah UFO,  seperti  yang  telah  terjadi  di Pegunungan Alpen di Eropa.


Foto  UFO  di  Indonesia  yang  lain berhasil dipotret pada tanggal 22  September 1975 kurang lebih pukul 15.00 oleh  Ir.  Tony  Hartono  (alm)  yang sedang  melepas  lelah  sehabis  makan siang di Quarters Platform pada lantai 3  kompleks  menara  pengeboran minyak lepas pantai di ladang minyak Arjuna,  kurang  lebih  52  mil  (83  km) dari pantai Cilamaya, Kerawang, Jawa Barat. Tiba-tiba perhatiannya tertarik akan titik hitam diatas cakrawala yang menuju ke arah ladang minyak dengan kecepatan  tinggi,  benda  tersebut menjadi  sebesar  bulan  purnama dengan bentuk lonjong dan berwarna merah tua.

Pada jarak kurang lebih 6,5 mil (10 km) benda itu membelok dengan tajam dan  menjauh.  Di  kejauhan  benda  itu naik  vertikal  ke  atas  dan  hilang  dari pemandangan.  Pada  waktu  mendekat terdengar     sayup-sayup     bunyi mendesing  dengan  frekuensi  rendah sekali. Dengan cepat Ir. Tony Hartono mengambil          kamera          dan membidikkannya ke arah benda yang muncul hanya selama tidak lebih dari satu menit saja.


Sementara itu, pada tanggal  27 Juni 1977  sekitar  pukul  18.15,  tiga  orang sarjana,   yaitu   Dr.   Ir.   Aryono Abdulkadir, Ir. Roedianto Ramelan  dan  Ir.  Ananda Soeyoso sedang mengendarai mobil dari Surabaya menuju  Malang.  Ketika sampai  antara  Gempol dan Porong perhatiannya tertarik  akan  munculnya suatu benda yang semula dikira  meteor  di  langit sebelah   barat.   Yang semula dikira meteor itu turun vertikal ke bawah dengan membentuk sudut 5 derajat,   akan   tetapi   kemudian membelok  dengan  tajam  ke  arah selatan  dan  sambil  terbang  mendatar akhirnya  hilang  di  pemandangan. Peristiwa tersebut langsung diabadikan dengan  beberapa  kali  jepretan.  Lalu “meteor”  itu  meninggalkan  jejak seperti  bunga  api  yang  membelok dengan  tajam,  sehingga  jejak  itu pun tampak bengkok.

Peristiwa munculnya makhluk UFO pernah terjadi di tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB tanggal 23 Mei 1981, di jalan Sriwijaya no. 24 di pemukiman Kebayoran  Baru,  Jakarta  Selatan, tepatnya  di  rumah  tempat  latihan menari “Swara Mahardika” pimpinan Guruh Soekarno Putra. Ketika itu, satu-satunya orang yang menjaga rumah itu adalah Sumadi, 28 tahun, yang ketika menuju ke kemarnya, dia melihat ada sosok  tubuh  yang  berdiri  di  atas tembok halaman belakang. Tingginya kira-kira  antara  1,20  sampai  1,50  m, serta  mengenakan  celana  panjang warna putih, dan bagian atas tubuhnya termasuk  kepalanya  tertutup  oleh semacam mantel berwarna hitam. Dan dia  menyaksikan  hal  ini  cukup  lama, karena dia sempat mengambil makan dan  melahapnya  sambil  memandang makhluk  tersebut  yang  semula  dikira pencuri itu.

Setelah  itu,  dia  menghampiri makhluk itu dengan jarak hanya 9 m, lalu  dia  bertanya  dengan  lantang kepada makhluk itu, “Apakah engkau pencuri  ya?”.  Dan  makhluk  tersebut hanya diam saja. Lalu makhluk itu tiba-tiba lenyap begitu saja dari pandangan, ketika  Sumadi  naik  tangga  besi  yang terpasang  di  bawah  menara  air.

Bertepatan dengan itu di depan rumah sebelah  utara,  jalan  Sriwijaya  Raya no. 22 dan rumah seberang jalan terjadi kegaduhan. Sekitar 5 orang saksi mata telah  menyaksikan  benda  bercahaya yang melayang-layang di udara secara perlahan-lahan. Benda itu panjangnya kira-kira  2  m,  kalau  dari  samping  ia terlihat seperti bola rugby yang diapit dua piring.

Banyak   kasus   UFO   lainnya, termasuk  seorang  seniman  bernama Sudjana  Kerton  (alm)  yang  mengaku diculik UFO di Dago Pakar, Bandung. Sudjana  Kerton  berjumpa  dengan empat  orang  “makhluk  asing”  putih dengan  tinggi  kira-kira  lebih  dari  3 meter.  Kerton  masih  ingat  bahwa makhluk-makhluk besar jangkung itu mirip-mirip  orang  mongol,  dengan mata yang sipit yang ujung-ujungnya mencuat sedikit ke atas, mulut mereka tampak  sekadar  garis  tipis  yang melintang,  hidung  tajam,  disertai kepala    tanpa    rambut.



2001. Info UFO. Surabaya: Yayasan INFO-UFO.