SIRRUL ASSRAR SYEKH ABDUL QODIR AL JAILANI
Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay

Tidak ada lagi kehendak pada dirinya untuk membuat sembarang pilihan. Tidak ada lagi 'aku' yang tinggal, kecuali wujud satu-satunya, yaitu hakikat yang sebenarnya. Walaupun bermacam-macam kekeramatan muncul melalui dirinya sebagai bukti maqamnya (kedudukan), dia tidak terpengaruh dengan semua itu. Di dalam suasananya itu tidak ada pembukaan terhadap rahasia-rahasia, karena membuka rahasia ilahi adalah kekufuran.

Sirrul Assrar Syekh Abdul Qodir Al Jailani - Di dalam buku yang bertajuk "Mirsad" terdapat tulisan,'Semua orang yang memiliki kekeramatan akan disembunyikan dan tidak diperdulikan keadaan tersebut. Bagi mereka, saat kekeramatan muncul dalam diri akan dianggap seperti saat perempuan sedang menstruasi.'

Wali-wali yang dekat dengan Allah perlu mengembara sekurang-kurangnya seribu peringkat. Peringkat pertamanya adalah pintu kekeramatan. Hanya mereka yang dapat melewati pintu kekeramatan ini tanpa diperdayakan oleh kekeramatan ini, maka akan meningkat ke peringkat lain yang lebih tinggi. Jika terlena atau kagum dengan kekeramatannya, maka mereka tidak akan sampai kemana-mana.


TURUNNYA MANUSIA KE PERINGKAT RENDAH YANG PALING BAWAH

Allah Yang Maha Tinggi menciptakan roh suci sebagai ciptaan yang paling sempurna,yang pertama diciptakan, di dalam alam wujud mutlak bagi Zat-Nya. Kemudian Dia berkehendak mengantarkannya ke alam rendah.

Tujuan Allah berbuat demikian ialah untuk mengajarkan roh suci mencari jalan yang sebenar-benarnya, mencari kedudukannya yang dahulu dekat dan akrab dengan Allah. Diantarkan-Nya roh suci kepada perhentian utusan-utusan-Nya, wali-wali-Nya, kekasih-kekasih dan sahabat-sahabat-Nya.

Dalam perjalanannya, Allah mengantarkannya pertama ke kedudukan akal sebab bagi keEsaan, bagi roh universal, alam nama-nama, dan sifat-sifat Illahi, alam hakikat Nabi Muhammad SAW. Roh suci memiliki dan membawa bersama-samanya benih kesatuan. Apabila suci dan dinamakan 'roh raja'.

Apabila melewati alam malaikat yang menjadi perantara ke alam mimpi-mimpi, ia mendapat nama 'roh perpindahan'. Bila akhirnya ia turun ke dunia kebendaan ini, ia dibalut dengan daging yang Allah ciptakan untuk kesesuaian makhluk-Nya. Ia dibalut oleh jisim yang kasar bagi menyelamatkan dunia ini karena dunia kebendaan jika berhubungan langsung dengan roh suci maka dunia kebendaan akan terbakar menjadi abu. Dalam hubungannya dengan dunia ini, ia dikenali sebagai kehidupan, roh manusia.

Tujuan roh suci diantar ke tempat ciptaan yang paling rendah ini ialah supaya ia mencari jalan kembali kepada keduudkannya yang awal, maqam kedekatan, ketika ia masih dalam bentuk yang berdaging dan bertulang ini. Ia sepatutnya datang ke alam benda yang kasar ini, dan dengan melalui hatinya yang berada di dalam mayat ini, menanamkan benih kesatuan dan menumbuhkan pokok keEsaan di dalam dunia ini.

Akar pokok masih berada pada tempat asalnya. Dahannya memenuhi ruang kebahagiaan, dan di sana demi keridhaan Allah, mengeluarkan buah kesatuan. Kemudian di dalam bumi hati roh itu menanamkan benih agama dan bercita-cita menumbuhkan pokok agama agar diperoleh buahnya, tiap tahapnya akan menaikkannya kepada peringkat yang lebih dekat dengan Allah.

Allah membuatkan jasad-jasad atau tubuh-tubuh untuk dimasuki oleh roh-roh dan bagi roh-roh ini masing-masing mempunyai nama yang berbeda-beda. Dia bina ruang penyesuaian di dalam tubuh. Diletakkan-Nya roh manusia, roh kehidupan di antara daging dan darah. Diletakkan-nya roh suci di tengah-tengah hati, di mana dibina ruang bagi jisim yang sangat seni untuk menyeimpan rahasia di antara Allah dengan hamba-Nya.

Roh-roh ini berada pada tempat yang berbeda-beda dalam tubuh, dengan tugas yang berebda, urusan yang berbeda, masing-masing seperti membeli dan menjual barang yang berlainan, mendapat faedah yang berbeda. Perniagaan mereka senantiasa membawa mereka manfaat yang banyak dalam bentuk kenikmatan dan rahmat Allah. "Daripada apa yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terang, (mereka) emngharapkan perniagaan yang tidak akan rugi", (Surah Fatir, ayat 29).

Layaklah bagi setiap manusia mengetahui urusannya di dalam wujud dirinya sendiri dan memahami tujuannya. Dia harus faham bahwa dia tidak boleh membantah apa yang telah dihukumkan sebagai benar untuknya dan digantungkan di lehernya. Bagi orang yang mau membantah apa yang telah dihukumkan untuknya, yang terikat dengan cita-cita dan dunia ini, Allah berfirman: "Tidaklah (mau) dia ketahui (bagaimana keadaan) apabila dibukakan apa-apa yang di dalam kubur? Dan dizahirkan apa-apa yang di dalam dada?" (Surah 'Aadiyat,  ayat 9). "Dan tiap-tiap manusia Kami gantungkan (catatan) amalannya pada tengkuknya" (Surah Bani Israil, ayat 13).


TEMPAT ROH-ROH DI DALAM BADAN

Tempat roh manusia, roh kehidupan di dalam tubuh ialah dada. Tempat ini berhubungan dengan panca indera dan syaraf-syaraf. Urusan atau bidangnya ialah agama. Pekerjaannya ialah menaati perintah Allah. Dengan peraturan--peraturan yang ditentukanNya, Allah memelihara dunia nyata ini dengan teratur dan harmonis.

Roh itu bertindak menurut kewajiban yang ditentukan oleh Allah, tidak menganggap perbuatannya sebgai perbuatannya sendiri karena dia tidak berpisah dengan Allah. Perbuatannya dari ALlah, tidak ada perpisahan di antara 'aku' dengan Allah di dalam tindakan dan ketaatannya. "Barangsiapa percaya akan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah mengerjakan amal salih dan janganlah ia sekutukan sesuatu dalam ibadah kepada Tuhannya". (Surah Kahfi, ayat 110).

Allah adalah Esa dan Dia mencintai yang bersatu dan satu. Dia menginginkan semua penyembahan dan semua amal kebaikan, yang Dia anggap  sebagai pengabdian kepadaNya, menjadi milikNya semata-mata, tidak disekutukan dengan apa saja. Jadi, seseorang tidak memerlukan kelulusan atau halangan dari siapapun dalam pengabdiannya kepada Tuhannya, juga amalannya bukan untuk kepentingan duniawi. Semuanya semata-mata karena Allah Ta'ala.

Suasana yang dihasilkan oleh petunjuk Illahi, seperti menyaksikan bukti-bukti kewujudan Allah di alam nyata ini; kenyataan sifat-sifat-Nya, kesatuan di dalam yang banyak, hakikat dibalik yang nyata, kedekatan dengan Pencipta, semuanya adalah ganjaran bagi amal kebaikan yang benar dan ketaatan tanpa mementingkan diri sendiri.

Namun, semuanya itu di dalam taklukan alam benda, dari bumi yang di bawah tapak kaki kita sampai kepada langit-langit. Termasuk juga di dalam taklukan alam dunia ialah kekeramatan yang muncul melalui seseorang. Misalnya, berjalan di atas air, terbang di udara, melipat bumi, mendengar suara dan melihat gambaran dari tempat yang jauh atau mampu membaca pikiran yang tersembunyi.

Sebagai ganjaran terhadap amalan yang baik manusia juga diberikan kenikmatan di akhirat seperti surga, khadam-khadam, bidadari, susu, madu, arak dan lain-lain. Semuanya itu merupakan kenikmatan surga tingkat pertama, surga dunia.

Tempat 'roh perpindahan atau roh peralihan' ialah di dalah hati. Urusannya ialah pengetahuan tentang jalan kerohanian. kerjanya berkaitan dengan empat nama-nama pertama bagi nama-nama Allah yang indah. Sebagaimana dua belas nama-nama yang lain, empat nama tersebut tidak termasuk di dalam suara dan huruf. Jadi, ia tidak boleh disebut. Allah Yang Maha Tinggi berfirman:

"Dan bagi ALlah jualah nama-nama yang baik, jadi serulah Dia dengan nama-nama tersebut". (Surah A'raaf, ayat 180).

Firman Allah di atas menunjukkan tugas utama manusia adalah mengetahui nama-nama Tuhan. Ini adalah pengetahuan batin seseorang. Jika mampu memperoleh pengetahuan yang demikian, dia akan sampai kepada maqam makrifat. Di sanalah pengetahuan tentang nama keesaan sempurna.

Nabi SAW bersabda, "Allah Yang Maha Tinggi mempunyai sembilan puluh sembilan nama, siapa mempelajarinya akan masuk surga". Baginda SAW juga bersabda, "Pengetahuan adalah satu. Kemudian orang arif menjadikannya seribu". Ini bermakna nama kepunyaan Zat hanyalah satu. Ia memancar sebagai seribu sifat kepada orang yang menerimanya.

Dua belas nama-nama Ilahi berada di dalam lengkungan sumber pengakuan tauhid "La ilahan illallah". Tiap satunya adalah satu huruf dari dua belas huruf dalam kalimah tersebut. Allah Yang Maha Tinggi mengaruniakan nama masing-masing bagi setiap huruf di dalam perkembangan hati. Setiap satu dari empat alam yang dilalui oleh roh terdapat tiga nama yang berlainan. Dengan cara ini Allah Yang Maha Tinggi memegang erat hati para pecinta-Nya, dalam kasih sayang-Nya, Firman-Nya: "Allah tetapkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang tetap di Penghidupan dunia dan akhirat". (Surah Ibrahim, ayat 27).

Kemudian dikaruniakan kepada mereka kedekatan-Nya. Dia sediakan pokok keEsaan di dalam hati mereka, pokok yang akarnya turun ke tujuh lapis bumi dan dahannya meninggi ke tujuh lapis langit, bahkan meninggi lagi hingga ke arasy dan mungkin lebih tinggi lagi. Allah berfirman: "Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Allah adakan misal, satu kalimah yang baik seperti pohon yang baik, pangkalnya tetap dari cabangnya ke langit. (Surah Ibrahim, ayat 24).

Tempat 'roh perpindahan atau roh peralihan' adalah di dalam nyawa kepada hati. Alam malaikat berterusan di dalam penyaksiannya. Ia boleh melihat surga alam tersebut, penghuninya, cahayanya dan semua malaikat di dalamnya. Kalam 'roh peralihan' adalah bahasa alam batin, tanpa huruf tanpa suara. Perhatiannya berterusan menyentuh soal-soal rahasia-rahasia maksud yang tersembunyi. Apabila kembali, tempatnya di akhirat ialah Surga Na'im, taman kegembiraan karunia Allah.



Purnama, M. Rosyad. 2012. Majalah Misteri Edisi 527. Jakarta: Yayasan Sinar Berdiri Jaya.