BANDUNG KOTA PIRAMIDA GAIB
Gambar oleh ariftsm dari Pixabay

Berbagai bukti keberadaan Kerajaan Atlantis uang memiliki peradaban sangat tinggi itu, terus bermunculan dari Sumatera hingga tanah Pasundan (Jawa Barat). Sebab jika benar kerajaan yang pertama kali diungkapkan oleh Plato, filsuf Yunani, tersebut ada di Indonesia, kini, tentu meninggalkan jejak berupa artefak atau bahkan mungkin bangunan besar seperti piramida sebagai makam atau candi sebagai tempat pemujaan terhadap para dewa.

Bandung Kota Piramida Gaib - Dengan dasar itu, maka pemaparan Agung Bimo Sutedjo dari Yayasan Turangga Seta bahwa di dalam perut Gunung Lalakon di Bandung (Jawa Barat) ada semacam piramida yang tidak kalah besar dibanding piramida Giza - piramida tertua dan terbesar di Mesir, menjadi sangat menarik. Bahkan Gunung-Gunung Saduhurip di Kabupaten Garut, tidak jauh dari Bandung juga diklaim 'menyimpan' piramida.

Ketika tim kami mencoba menggali lebih dalma mengenai informasi tersebut, diperoleh kenyataan yang lebih fenomenal. Ternyata hampir semua gunung yang ada di Bandung dan sekitarnya berbentuk piramida. Mungkinkah di dalam gunung-gunung tersebut juga terdapat piramida? Jika benar maka Bandung akan mendapat julukan baru sebagai kota Piramida!

Aku Gondrong Safaat termasuk salah seorang paranormal yang membenarkan adanya piramida dalam perut gunung-gunung di tanah Pasundan, termasuk Gunung Lalakon dan Sadahurip. Melalui laku ritual yang dijalaninya, Aki Gondrong memastikan adanya bangunan besar berbentuk mirip piramida yang merupakan makam para raja-raja jaman dahulu.

"Bentuknya sangat besar dan megah. Tapi itu makam, bukan istana", tegas Aki Gondrong kepada Tim Misteri ketika berkunjung ke padepokannya di Bandung.

Berikut penuturan lengkap Aki Gondrong yang dirangkum oleh Tim Kami:

Apakah Aki pernah mendengar adanay piramida dalam Gunung Lalakon?

Wah, sudah lama saya tahu itu. Sejak saya mendalami ilmu olah kebatinan, saya bisa mengetahui adanya bangunan kuno yang sangat besar tapi masih tertimbun tanah. Para ahli supranatural lainnya juga sebenarnya sudah mengetahui karena bangunan semacam itu dihuni makhluk gaib yang memiliki getaran magis yang dapat ditangkap oleh mereka yang memiliki ilmu.

Bangunan seperti apa yang terdapat di sana?

Bentuknya segitiga, seperti piramida di Mesir. Tapi itu bukan istana. Itu makam.

Makam siapa?

Macam-macam. Kalau yang di Gunung Lalakon makamnya Syekh Darma Wawayangan.

Siapa dia Ki?

Orang sakti yang bertapa di tempat itu sampai kemudian meninggal dunia. Dia hidup ribuan tahun lalu, ketika daratan Pasundan masih menyatu dengan daratan Kalimantan dan Sumatera. Dari penglihatan mata batin saya, Syekh Darma Wawayangan memiliki kesaktian di atas rata-rata. Dia sebenarnya penasehat spiritual raja yang kemudian mengasingkan diri sebelum kemudian meninggal dunia, kembali kepada sang pencipta, ma'rifatullah.

Oleh para pengikutnya, di atas makam beliau kemudian dibuat bangunan besar berbentuk segitiga seeprti piramida di Mesir, sebagai bentuk penghormatan. Lama-kelamaan bangunan itu tertimbun tanah, terutama ketika terjadi letusan gunung berapi. Bangunan itu kemudian benar-benar tertimbun tanah setelah sejumlah gunung berapi meletus secara bersamaan. Letusan gunung ini juga yang kemudian memisahkan daratan Pasundan dengan daratan Kalimantan dan Sumatera.

Kalau bangunan di Gunung Lalakon merupakan makam Syekh Darma Wawayangan, lalu bagaimana dengan piramida yang berada di Gunung Sadahurip?

Itu makam raja Pasundan jaman dulu, jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri. Bukan hanya di Gunung Sadahurip, tapi juga gunung-gunung lain. Secara mata telanjang sebenarnya bisa diketahui apakah perut gunung itu berisi bangunan atau tidak. Harus dipahami, orang jaman dulu menganggap gunung sebagai tempat tinggal para dewa sehingga makam raja-raja jaman dulu juga berbentuk segitiga yang kemudian kita kenal dengan istilah piramida.

Tetapi hanya kalangan raja dan bangsawan saja yang dimakamkan di dalam bangunan segitiga tersebut. Rakyat biasa tentu saja tidak mampu membuat makam seperti itu. Karena yang dimakamkan raja, makaa di dalam piramida itu pasti banyak benda-benda keramat, bukan hanya harta kekayaannya saja. Tidak heran jika bangunan piramida yang ada di tanah Pasundan umumnya tidak diketahui karena sengaja ditutupi oleh para penjaganya yang berbentuk makhluk gaib.

Jadi, maksud Aki di Bandung sebenarnya banyak terdapat piramida?

Betul, saya tidak meragukan itu. Semua gunung yang ada di Ciamis, Sukabumi sampai Banten, pasti ada bangunan segitiganya. Tapi yang paling banyak memang di sekitar Bandung karena dahulu pusat kerajaannya ada di sekitar Bandung. 

Pusat Kerajaan Atlantis?

(Aki Gondrong tertawa agak lama) Saya tidak berbicara Kerajaan Atlantis. Itu nama yang diberikan oleh orang bule (Barat) saja. Nama kerajaannya ya Pasundan, bukan Atlantis, sehingga daerahnya disebut tanah Pasundan atau Sunda seperti sekarang ini. Kalau Atlantis pasti namanya tanah Atlantis, bukan Sunda.

Jadi Kerajaan Pasundan itu sama dengan Kerajaan Atlantis?

Mungkin saja. Saya tidak tahu. Saya dan teman-teman sesama paranormal tahunya hanya Pasundan, kerajaan besar yang dulu pernah ada di Tatar Pasundan. Rakyat di Kerajaan Pasundan sangat makmur. Mereka pintar-pintar. Orang bule kan biasa menyebut nama benda atau tempat yang berbeda dengan sebutan kita. Contohnya mesir yang mereka sebut dengan nama Egypt.

Apakah Aki pernah berkomunikasi dengan makhluk gaib penunggu piramida itu?

Mereka itu nenek moyang saya, jadi sudah pasti saya pernah berkomunikasi untuk meminta izin dan restunya.

Jadi informasi adanya bangunan segitiga itu dari hasil komunikasi dengan mereka?

Betul. Dari mereka saya mendapat informasi dahulu ada kerajaan besar di tanah Pasundan. Dari mereka juga saya tahu bentuk bagnunan yang sebenarnya.

Jika suatu saat Aki diminta oleh pemerintah untuk menunjukkan lokasi piramida itu bagaimana?

Saya siap. Tapi saya minta syarat.

Apa syaratnya Ki?

Apa yang akan saya lakukan tentu berkaitan dengan ritual gaib. Jadi jagnan dicampuradukkan dengan kepentingan politik tertentu.



2012. Majalah Misteri Edisi 527. Jakarta: Yayasan Sinar Berdiri Jaya.