![]() |
| Gambar oleh Enrique Meseguer dari Pixabay |
Legenda Benua Atlantis merupakan legenda paling tua dan paling spektakuler dari semua misteri di dunia. Masalahnya, dimana persisnya Benua Atlantis berada? Apa yang menyebabkannya hilang?
Plato Dan Misteri Benua Atlantis - Plato, filsuf Yunani yang pertama membahas Atlantis di dalam bukunya Timaeus dan Critias (tahun 360 SM). Dia menulsi tentang adanya suatu tempat yang sangat mengagumkan yang disebut Atlantis. Sedangkan di dalam Critias, dia menulis secara detail arsitektur Atlantis dan tradisi upacara para penduduknya.
Menurut Plato, Atlantis adalah suatu pulau besar di dalam Samudera Atlantik, di suatu tempat di sebelah barat Tiang Hercules (Batu karang Gibraltar). Uraian ini mendorong para peneliti menduga bahwa Atlantis mungkin berada di Pulau Thera Aegean (Santorini) yang hancur karena gempa bumu atau letusan gunung api. Sebagian yang lain menduga, Atlantis sebagai bagian dari suatu rangkaian jembatan daratan di masa lampau yang memanjang ke seberang Samudera Atlantik dan bahkan ke luar ke kawasan Samudera Pasific hingga Selandia Baru.
Lebih jauh Plato menulis, salah satu kehebatan Atlantis adalah pusat istananya (ibukota) yang terletak ditengah-tengah lingkaran dengan 3 jalan untuk memasukinya. Sisi jalan ini ada yang berdinding kuningan, timah dan tembaga. Sedangkan jalannya terdiri dari batu berwarna merah, hitam dan putih.
Plato percaya Atlantis mempunyai angkatan perang yang besar, yang munkin mencapai 1,2 juta tentara. Ia juga yakin, angkatan perang tersebut mempunyai kereta perang yang menggunakan kuda.
Teori itu lantas merukjuk pada awal pertama terjadi penjunakan kuda. Sebab hingga kini para ilmuwan dan ahli arkeologi tidak bisa menentukan dengan tepat kapan manusia dapat menjinakkan kuda.
Awalnya, tulisan Plato itu dianggap hasil imajinasi semata. Namun, belakangan orang mulai berpikir tentang kemungkinan apa yang ditulis Plato adalah sesuatu yang nyata.
Tetapi masalahnya, di mana letak persisnya Benua Atlantis, hingga kini masih tanda tanya. Beberapa ilmuwan hanya menduga-duga. Posisi tepatnya masih menjadi misteri.
H., Imam.2006. Majalah Misteri Edisi 408. Jakarta: Yayasan Sinar Berdiri Jaya.
