![]() |
| Gambar oleh aditya wicaksono dari Pixabay |
Berawal dari wangsit yang diterima lewat sebuah mimpi, yang memerintahkan untuk segera mengunjungi sebuah bangunan tua di tengah-tengah tambak. Menurut wangsit tersebut, bangunan tua itu memiliki rahasia yang sangat besar, sehingga harus dijaga dan dilestarikan. Salah satu rahasia besar itu ialah memberikan petunjuk atau hidayah kepada siapa saja yang mengunjunginya.
Misteri Masjid Tua Di Tengah Areal Tambak - Anehnya, mimpi tersebut bukan dialami oleh masyarakat setempat. Melainkan orang lain yang tak ada kaitannya dengan asal-usul daerah tersebut. Orang yang menerima wangsit itu tak diketahui identitasnya. Hanya diketahui dia berasal dari daerah Wonosobo, Jawa Tengah.
Disebutkan, setelah menerima wangsit pria setengah baya yang tak diketahui siapa namanya itu langsung menuju lokasi bangunan dimaksud. Berdasarkan mimpinya bangunan tua itu berada di desa Pantai Harapan Jaya, Kec. Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat.
Akhirnya diketahui bahwa bangunan tua yang tak terurus lagi itu dulunya merupakan sebuah masjid. Pada zamannya masjid ini menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jakarta dan sekitarnya, yang ketika itu masih bernama Jayakarta.
Sejak ditemukan oleh pria misterius itulah lokasi masjid mulai ramai dikunjungi. Karena tak diketahui siapa yang membangunnya dan apa nama masjid itu, akhirnya masyarakat sekitar masjid itu dinamakan Masjid Alam Blacan. Nama Blacan diambil dari nama kampung tempat masjid berada.
Masyarakat setempat mengartikan Blacan sebagai tempat yang banyak macannya, sedangkan nama Alam karena masjid itu berada di tengah-tengah hutan belantara yang jauh dari perkampungan.
Pada tahun 1984 Masjid Alam Blacan direnovasi lagi secara permanen. Lalu pada tahun 2001 mulai dibangun pagar yang membatasi masjid dengan areal tambak. Dana untuk pembangunan berasal dari seorang peziarah yang hajatnya terkabul setelah bermunajat di masjid ini.
Sebelum dipagar, bentuknya bukanlah sebuah masjid. Yang terlihat hanya berupa pondasi segi empat dengan empat tiang penyangga yang terbuat dari kayu jati. Kondisinya pun sangat memprihatinkan. Pondasinya tinggal reruntuhan dan tak ada sisa-sisa bangunan sedikitpun. Menurut Yusup, sebelum dulakukan pemugaran, bila dilihatsepintas bangunan itu bukanlah sebuah masjid.
"Warga di sini tak menyangka kalau bangunan itu adalah masjid. Namun, berkat wangsit yang diterima pria asal Wonosobo, warga di sini menjadi yakin kalau bangunan tua itu adalah masjid", ceritanya.
Lokasi masjid Alam Blacan dulunya belum seperti saat ini yang dikelilingi tambak. "Tempat ini dulunya hutan belantara yang banyak dihuni binatang buas", kata Yusup. Berkat imbauan Yusup yang menggerakkan warga desa akhirnya Masjid Alam Blacan ini dapat berdiri kokoh. Karena jasanya itulah pria 60 tahun ini diangkat sebagai merbot Masjid Alam Blacan.
Sebelum dipugar, lokasi Masjid Alam Blacan terkenal menyeramkan. Jarang penduduk yang lewat, jika ada pun karena terpaksa. Bahkan, meski telah direnovasi masyarakat masih belum berani mengunjunginya. Baru setelah tersiar kabar, barang siapa bermunajat di Masjid Alam Blacan, pasti hajatnya akan terkabul, maka masyarakat berbondong-bondong mengunjunginya. Mereka tak hanya berasal dari Bekasi. Namun banyak juga yang datang dari luar daerah. Bahkan tak jarang ada yang bermalam sampai satu bulan lamanya.
Di lokasi masjid ini pernah ditemukan uang logam bertuliskan tahun 1360. Uang tersebut bergambar mahkota dan macan dengan tulisan lafaz Allah di bagian belakangnya.
Peristiwa yang paling aneh dan sulit diterima akal sehat dialami oleh Yusup "Entah nyata atau tidak, kejadian itu saya alami sendiri. Kondisi saya saat itu sangat sadar", kenangnya.
Seperti mimpi tapi nyata, ketika Yusup terbangun dari tidurnya, dia bergegas keluar rumahnya yang lokasinya tak jauh dari Masjid Alam Blacan.
Seperti mimpi di siang bolong, Yusup terperanjat kaget bercampur takut. Ketika matanya tertuju ke masjid, ternyata yang dilihatnya bukanlah masjid, tapi sebuah istana megah lengkap dengan bala tentaranya. Beberapa kali dia mengucek-ucek matanya, namun yang dilihatnya masih tetap istana.
Tak lama setelah kejadian tersebut, dia mengalami mimpi yang sangat aneh. Dalam mimpinya dia melihat kereta kencana yang melintas tepat di depan masjid. Kereta kencana itu dikawal tentara kerajaan.
Kejadian aneh lainnya yang pernah dialami oleh Yusup yaitu bertemu seorang permaisuri. Hal ini berlangsung pada malam hari, kala dia sedang bertafakur di dalam masjid. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Ketika dilihatnya seorang permaisuri berparas cantik berdiri sambil memperhatikannya.
Masih ada peristiwa aneh yang dialami olehnya, yaitu penampakan pria berambut gondrong panjangnya kurang lebih 1 meter. Pria ini selalu menampakkan wujudnya di depan masjid dan berjumlah empat orang.
Sementara itu, peristiwa aneh lainnya yang sempat menggemparkan penduduk desa yakni ditemukannya tulang belulang manusia yang tersimpan rapih di dalam peti kayu.
Peristiwa ditemukannya tulang belulang ini menyebar luas. Akibatnya, banyak masyarakat yang percaya di masjid tersebut terdapat harta karun yang tersimpan di dalam makam yang berada di dalam masjid.
Tak lama setelah isu itu tersebar, memang ada sebagian masyarakat yang nekat menggali makam tersebut. Menurut Yusup, penggalian itu dilakukan oleh orang-orang yang ingin mencari harta karun.
Karena banyaknya persitiwa aneh yang terjadi di Masjid Alam Blacan, maka hingga kini banyak masyarakat yang mengunjunginya. Tujuan mereka beraneka ragam. Ada yang ingin mendapatkan wangsit, dan ada juga yang sengaja datang untuk beribadah agar seluruh hajatnya terkabul. Kebanyakan dari mereka yang datang ke masjid ini percaya bahwa Masjid Alam Blacan memiliki aura yang tak dimiliki oleh masjid lainnya. Buktinya telah banyak orang yang doanya terkabul di masjid ini.
Umumnya yang datang ke masjid keramat ini adalah mereka yang sedang dalam kesulitan atau kesusahan. Entah itu karena terlibat perkara utang piutang, kesulitan usaha ataupun jodoh. Di masjid ini mereka bermunajat. Seluruh aktifitasnya dihabiskan hanya untuk beribadah. Bahkan, selamat tinggal di masjid seluruh kebutuhan makan dan minum diperoleh dengan memasak sendiri. Karena di samping masjid telah disediakan dapur umum. Dapur itulah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup peziarah yang ingin melakukan tirakat sampai berhari-hari lamanya.
Kebiasaan bermunajat di tempat-tempat yang diyakini memiliki aura gaib tampaknya telah membudaya di masyarakat kita. Mereka menjadikan hal ini sebagai perjalanan hidup yang harus dijalani dengan hati yang sabar. Mereka yakin dengan sabar, maka seluruh kesusahan akan dapat teratasi.
Setiawan, Iwan. 2006. Majalah Misteri Edisi 408. Jakarta: Yayasan Sinar Berdiri Jaya.
