MAYAT-MAYAT YANG MEMPERKOSA
Gambar oleh Stefan Keller dari Pixabay

Linda BR. Nababan punya pengalaman unik sekaligus menegangkan. Dia mengaku pernah melihat sekelompok mayat lelaki yang memperkosa mayat seorang wanita. Kejadiannya di kamar mayat RSU Pringadie Medan.

Mayat-Mayat Yang Memperkosa - Mayat bagi kebanyakan orang memang bisa membuat bulu roma merinding. Tak bisa dibantah, bahwa mayat adalah sebagaimedium, dimana pernah hadir sebuah kehidupan, masih dipandang sebagai sesuatu yang dihormati. Banyak orang merasa takut jika harus berlama-lama berdekatan dengan sesosok mayat.

Kesan-kesan yang sub-abstraksial ataupun prasangka di luar garis logika memang seringkali muncul manakala ktia berhadapan dengan sesosok mayat atau orang mati. Padahal, secara rasio sebenarnya manusia tak perlu takut pada mayat orang-orang mati. Toh, mayat tak lebih dari sebuah benda mati, yang tak mungkin bangkit untuk mencekik atau mencelakakan orang hidup. Kesalahan utama adalah, umumnya terlalu dibawa oleh perasaan pemikiran yang aneh-aneh, atau mungkin juga halusinasi yang bersumber dari cerita dan legenda, sehingga dari situ timbul rasa takut menghadapi mayat.

Apabila seseorang berpikir secara sehat, pasti tidak ada rasa ngeri atau takut menghadapi mayat. Anggap saja mayat-mayat itu sebagai boneka, seperti yang sering dilihat di etalase toko mainan.

Pendapat tersebut adalah ungkapan seorang dokter yang memang sejak masa kuliah sudah terbiasa menghadapi mayat. Namun nyatanya pemikiran itu ada benarnya juga. Apapun alasannya, apapun latar belakangnya, sesosok mayat memang tak lebih dari sebuah benda mati, tak ubahnya boneka. Berita di koran misalnya saja menulis: "Sesosok mayat wanita ditemukan di pinggir jalan. Ada bekas tusukan benda tajam di tubuhnya sehingga menimbulkan luka-luka disana sini. Namun penyebab kematiannya masih misteri. Untuk itu diperlukan visum et repertum dokter..."

Ini adalah sebuah cerita tentang mayat dari Rumah Sakit Umum (RSU) Pringadie Medan...

Bau formalin langsung menyergap hidung, ketika memasuki kamar mayat di RSU Pringadie Medan. Bau ini terus menyebar sepanjang langkah menelusuri lorong-lorong, seakan menyatu pada keringat yang bersimbah di pakaian.

Uap tipis mengepul dari sela pintu kamar pendingin tempat penyimpanan mayat agar tidak lekas busuk. Beberapa kereta dorong tertutup kain putih bergerinyit masuk ruangan. Di atasnya terbujur sosok-sosok mayat. Di bagian lain tampak peti-peti mayat dan keranda kosong.

Beberapa orang duduk di bangku panjang di sisi ruang. Berwajah kusut dan pandangan mata yang kuyu. Mungkin mereka adalah sanak famili yang tengah berduka.

Sementara para petugas medis asik dan sibuk tenggelam dalam bidang kerjanya masing-masing. Diam dan tenang, dengan langkah-langkah yang nyaris tanpa bunyi dan suara. Lenggang dan mencekam. Ada kesan magis dan mistik menelusup ke dalam dada.

Dari tahun ke tahun tak banyak perobahan yang terjadi atas bangunan tua RSU Pringadi Medan itu. Pilar-pilar beton yang kokoh, lorong-lorong yang lenggang, yang mencekam dan menyeramkan di seputar kamar mayat. Bagi masyarakat awam, sejak tempo dulu fenomena kamar mayat sering dianggap tempat angker dan menakutkan.

Konon, sering orang melihat hantu di sana. Tak ayal lagi, banyak yang beranggapan kamar mayat rumah sakit merupakan sarang atau gudangnya hantu-hantu. Ada yang mengaku pernah melihat hantu berkepala buntung mondar-mandir di depan pintu kamar mayat di tengah malam menjelang dini hari.

Bahkan para petugas medis yang mendapat tugas giliran malam, khususnya petugas wanita sering pula dihantui bayangan-bayangan yang mengerikan ketika melongok ke kamar mayat. Seorang petugas di antaranya pernah menyaksikan melalui kisi kaca jendela kamar mayat, seorang pria muda tanpa pakaian tengah menyetubuhi mayat perempuan cantik yang dibaringkan di situ.

Pasangan suami istri, Ucok Sihite dan Linda br. Nababan, menunggu dan menemani anak mereka yang dirawat inap di RSU itu, mengaku pernah juga mengalami kejadian aneh ketika melintas di depan kamar mayat.

Ucok Sihite berkisah malam itu, sekitar pukul satu dini hari istrinya ingin pipis. Untuk ke WC wanita mereka harus melalui kamar mayat. BIasanya, Linda selalu ditemani suaminya kesana, tapi karena suhu panas tubuh anaknya agak naik, terpaksa malam itu dia ke WC sendirian. Sang suami menunggu anak mereka yang terbaring sakit.

Begitu melintas di depan pintu kamar mayat, Linda mulai merinding. Apalagi di dalam dia mendengar suara orang merintih-rintih minta tolong. Aneh, memang! Namun, suara yang sangat memelas tersebut membuat hatinya luluh. Dengan memberanikan diri, dia berusaha menggedor-gedor pintu yang terkunci.

Rintihan tadi berhenti. Tapi anehnya pintu kamar mayat yang tadinya terkunci, kini terkuak lebar, seolah ada yang sengaja membukanya dari dalam. Apa yang dilihatnya di dalam, membuat Linda terkencing-kencing di celana dalamnya.

Apa yang sesungguhnya telah disaksikan oleh Linda?

"Malam itu saya kepingin pipis, dan ketika lewat di depan kamar mayat, saya mendengan rintihan yang memilukan. Pintu kamar itu saya ketuk-ketuk. Rintihan berhenti, tapi pintu kamar mayat tiba-tiba terbuka. Ketika mata saya menyapu kedalam. Astaga! Saya menyaksikan sesuatu yang sangat menyeramkan.

Beberapa sosok mayat laki-laki bagaikan bangkit dan hidup. Lalu mengerumuni sesosok mayat wanita. Mereka memperkosa mayat wanita tersebut silih berganti. Ketika kejadian aneh itu saya sampaikan ke suami, dia cuma tersenyum karena itu dianggapnya halusinasi belaka.

Terus terang, saya selama ini memang sering berhalusinasi sejak peristiwa pemerkosaan yang pernah saya alami sendiri beberapa tahun yang lalu oleh beberapa premen di daerah Petisah Medan. Tempo-tempo kejadian tragis tersebut selalu menghantui saya."

"Terus siangnya ketika saya mengambil obat di apotik depan rumah sakit ini untuk anak saya, saya ditemui oleh seorang perempuan yang lumayan cantik. Dia memperkenalkan namanya, Tirana Tobing. Usianya sekitar 25 tahun.

Perempuan itu minta tolong ke saya agar menghubungi suami dan orang tuanya di Padang Sidempuan. Maksudnya untuk mengabarkan bahwa ada keluarga mereka di Medan mendapat musibah. Dibunuh setelah diperkosa beramai-ramai.

Sejenak saya heran, mengapa tidak dia sendiri yang mengabarkannya? Setelah alamat dan nomor telepon yang di Padang Sidempuan diberitahukannya ke saya. Sebelum saya menanyakan masalah itu, saya tidak melihat keberadaan Tirana Tobing lagi di depan saya. Dia menghilang. Entah pergi kemana.

Di dorong ingin membantu sesama, saya segera menelpon ke nomor yang diberikan perempuan itu. Setelah tersambung, amanah itu segera saya sampaikan secara singkat saja. Ketika kembali ke ruangan perawatan anak saya, tiba-tiba saya tertegun.

Rasa-rasanya saya pernah mengenal suara dan wajah perempuan itu. Tapi entah dimana, saya cukup sukar untuk mengingatnya. Ketika melintas di depan kamar mayat siang itu, iseng saya perhatikan nama-nama mayat yang disimpan di dalam.

Saya terperangah dan kaget begitu membaca nama Tirana Tobing di sana. Kalau begitu yang barusan saya tolong siapa? Kok mengaku-ngaku bernama Tirana Tobing? Apakah kebetulan nama mereka sama? Saya semakin penasaran, lalu menyapa seorang petugas medis yang kebetulan keluar dari dalam kamar mayat.

Petugas medis itu menjelaskan bahwa memang ada mayat di dalam bernama Tirana Tobing. Perempuan itu dubunuh setelah diperkosa beramai-ramai. Tapi pihak rumah sakit hanya mengetahui nama itu dari tas pakaiannya tanpa identitas lainnya. Sehingga pihak rumah sakit cukup kewalahan untuk menghubungi keluarganya.

Saya cukup lama tertegun dan terpana setelah menyimak keterangan petugas medis tersebut. Misteri ini semakin terkuak ketika pada malamnya saya didatangi seorang pria yang mengaku suami Tirana Tobing. Dia mengucapkan terima kasih karena telah menghubunginya melalui telepon siang tadi.

Ketika saya katakan bahwa yang minta bantuan untuk menghubungi keluarga di Padang Sidempuan, adalah isterinya sendiri, pria itu tampak bingung.

Kalau dia bingung, apalagi saya. Mana ada orang yang sudah meninggal bisa mewujudkan diri, bahkan meminta pertolongan? Suami saya lagi-lagi mengatakan, pengalaman aneh saya tersebut merupakan halusinasi belaka. Sulit dicerna akal sehat dan tidak rasional".

Wah seru juga pengalaman gaib yang dialami oleh Linda br. Nababan ini. Meski berulang kali Ucok Sihite, suaminya menuduh bahwa apa yang dialaminya itu hanyalah halusinasi, mamun Linda tetap bersikukuh dengan keyakinannya. "Aku yakin kalau apa yang kulihat itu adalah nyata. Kalau tidak percaya, biarlah hanya Tuhan yang menjadi saksinya" katanya menegaskan.

Bisa jadi Linda benar dengan keyakinannya. Kadang-kadang urusan gaib memang sulit melibatkan pihak ketiga.



Hormansyah, Eddraman. 2006. Majalah Misteri Edisi 408. Jakarta: Yayasan Sinar Berdiri Jaya.