BAYI PUTRI DUYUNG LAHIR DI PERU
Gambar oleh Harmony Lawrence dari Pixabay

Legenda putri duyung ternyata bukan hanya terdapat dalam dongeng atau cerita-cerita film. Dari sebuah rumah sakit di kota lIma, Perum baru-baru ini dikabarkan tentang kelahiran seorang bayi perempuan yang mirip dengan sosok putri duyung. Bayi yang diberi nama Milagros Cerron itu memiliki sepasang kaki mungil yang menyatu dan persis seperti sirip ikan, sehingga dia kemudian disebut-sebut sebagai bayi duyung. Dengan berat 20 pon dan panjang 28 inchi, Milagros tergolong kecil untuk bayi seumurnya.

Bayi Putri Duyung Lahir Di Peru - Berita aneh ini langsung tersiar ke seluruh penjuru Peru dan dunia. Benarkah bayi duyung telah lahir?

Dalam konferensi pers, Ricardo Cerron, sang ayah, memberi keterangan perihal bayi unik itu di hadapan wartawan dari berbagai wartawan lokal dan asing. Menurutnya, bayinya yang aneh itu dalam keadaan sehat, meski memiliki sepasang kaki yang menyatu seperti ekor ikan. Bayi itu diberi nama Milagros Cerron. Kata Milagros sendiri bermakna "keajaiban" dalam bahasa Spanyol.

Sang ibu, dikabarkan tidak diperkenankan meilhat keadaan sang bayi yang haru lahir itu. Hal ini dilakuakn karena dikhawatirkan akan menyebabkan sang ibu shock. Kendati demikian, belakangan ibu muda ini melihat sendiri sang bayi dari siaran langsung berbagai karignan televisi yang cukup gencar memberitakan kasus kelahiran ganjil tersebut.

Para ahli medis menyebutkan bayi tersebut menderita apa yang disebut sebagai Sirenomelia Sindrom atau Sindrom Putri duyung. Katanya, ini merupakan sejenis penyakit yang sangat langka. Dalam catatan sejarah medis, kabarnya hanya ada dua kasus seperti itu yang pernah terjadi di dunia. Bayi dengan Sirenomelia Sindrom dimungkinkan akan mati di dalam hitungan jam.

Lepas dari masalah medis, kelahiran bayi duyung ini tak pelak membuat berbagai gosip beredar. Sebagai contoh, di kampung orang tua si bayi, kelahiran bayi anah ini dihubung-hubungkan dengan mitos-mitos tertentu. Konon Sara, sang ibu, sewaktu masih mengandung si bayi sering duduk-duduk di tepi sebuah danau tak jauh dari tempat tinggal keluarganya. Kebiasaan itu dilakukan pada sore atau malam hari ketika bulan purnama. Di danau itu, menurut kepercayaan Huancayo, hidup ruh dari seorang putri duyung. karena itulah, merupakan sebuah pantangan bagi seorang ibu hamil untuk berkunjung ke tepian danau, apalagi berlama-lama di sana pada waktu malam. Jika pantangan ini dilanggar, maka ruh sang putri duyung akan memasuki perut si ibu hamil.

Jadi Sara, telah terkena kutukan dari sang putri duyung? Tentu saja tak mudah menjawab pertanyaan ini.

Yang menarik, cerita duyung rupanya bukan isapan jempol semata. Jeff Leicher, 43, seorang ahli menyelam mengaku telah menemukan binatang legendaris ini. Pengakuan Jeff diperkuat oleh sejumlah potret dan rekaman video hasil pengambilan di pantai Kailua-Kona, Hawai. Ketika itu, bersama-sama sembilan temannya yang semuanya penyelam, Jeff sedang menyelidiki dasar laut di Pantai Kona.



2006. Majalah Misteri Edisi 408. Jakarta: Yayasan Sinar Berdiri Jaya.